TAPI MENGAPRESIASI ORANG YANG MENGHARGAI PUASA KITA LEBIH PENTING.
Aug 8, 2010
Selamat Berpuasa Ramadhan 1431 H
TAPI MENGAPRESIASI ORANG YANG MENGHARGAI PUASA KITA LEBIH PENTING.
Sep 26, 2008
Mudik Ke Kampung
Sengaja saya tidak tidur supaya jam 2 saya bisa langsung menuju BSM, tempat dmn pool bis ke bandara berada. Sebelum pergi pamitan dulu ma ibu kos, terus naik taksi deh. Nyampe di BSM masih awal, jadi saya sempatkan makan roti dulu buat sahur.
Bis pun berangkat tepat jam 3, dan jam 6 saya dah dibandara. Waduh....masih lama ni!!
Untunglah ada wifi gratisan, jadi saya bisa baca2 MP dan cek mail. Berhubung laptopnya rusak baterai nya, jadi pake PDA deh.
Cuma ada satu hal yang jadi terlewatkan. Hari ini saya tidak mereview Tafsir Al Mishbah seperti biasa. Jadi kelewatan hikmah deh hari ini.
Ok, penantian masih panjang, rasanya pengen tidur dulu...
Sampai ketemu di Pontianak :)
Sep 25, 2008
Nuansa Ramadhan : Tafsir Al Mishbah 25 September 2008
Berikut ini adalah beberapa kesimpulan yang diberikan pagi ini :
1. orang munafik itu bertingkat-tingkat. Tingkat yang paling buruk diancam dengan neraka yang paling dalam dan tersembunyi.
Orang munafik adalah musuh dalam selimut. Lebih berbahaya dari orang kafir. Karena itulah Allah mengganjar orang-orang munafik ini dengan neraka yang terdalam. Jika digambarkan bahwa jembatan shiratal mustaqim itu punya dasar, maka dasarnya adalah dasar yang miring. Bagian yang paling bawah merupakan neraka paling dalam, dan yang paling mendekati akhir itu sudah mendekati seberang. Saat orang munafik melewati jembatan ini, maka baru selangkah saja dia akan langsung jatuh ke tempat paling dalam tersebut. Nauzubillahi min zalik....
2. Tanda orang munafik itu misalkan kalo diajak shalat malas, bukan cuma malas, tapi juga pamrih, tapi kalo mereka bertobat, maka Allah akan mengampuninya.
Orang yang munafik dalam shalat itu sering melakukan korupsi. Korupsi sederhananya misalkan pada saat ruku dan sujud, bacaan yang harusnya 3x dibaca cuma 1x. Kemudian dalam bacaan shalatnya sering tidak membaca yang sifatnya sunah, misalkan tidak membaca doa iftitah, langsung membaca al fatihah saja. Yang paling parah, mereka hanya shalat kalo dilihat. Atau seringkali meninggalkan shalat isya dan shubuh, dua waktu shalat yang paling berat bagi orang munafik.
3. Allah tidak butuh menyiksa seseorang, maka siapa yang beriman dan bersyukur maka Allah akan menerimanya dan memberikan ganjaran yang lebih besar dari apa yang bisa diberikan mahluk-Nya.
Tidak ada manfaat bagi Allah menyiksa mahluk-Nya. Kalo ada mahluk-Nya yang merasa tersiksa, maka sebenarnya itu adalah akibat dari perbuatannya sendiri. Sesungguhnya Allah itu maha pengampun. Saat mahluk-Nya meminta ampun maka Allah akan memberikan berkali-kali lipat ampunan dari apa yang diminta. Begitu juga kalo hamba-Nya bersyukur maka Allah juga akan bersyukur berkali-kali lipat dibanding mahluk-Nya. Bersyukur disini dijelaskan sebagai memberi lebih dari yang sedikit.
Dijelaskan pula dalam sebuah pertanyaan, dalam memilih pemimpin, hendaknya kita berpikir dan mencari pemimpin bukan dari kalangan orang yang kafir atau yang bergaul dengan orang kafir. Kafir disini bukan hanya yang dimaksudkan dengan orang yang tidak percaya Allah dan Rasul-Nya, tapi juga orang yang kelakuannya tidak mencermikan keislaman, misalkan kikir, korupsi, tidak amanah dan sebagainya. Lalu bagaimana jika memang pilihannya tidak ada yang tidak kafir? Sesungguhnya Allah telah memberikan kita akal untuk mencerna mana yang baik dan mana yang buruk. Maka pilihlah dari calon pemimpin tersebut yang memberikan keburukan bagi ummat paling sedikit. Jadikan dia pemimpin untuk kemasyarakatan, tapi jangan jadikan dia pemimpin dalam agama.
Demikianlah tausyiah hari ini, semoga bermanfaat bagi kita semua. Amin :)
Sep 23, 2008
Nuansa Ramadhan : Tafsir Al Mishbah 24 September 2008
Hari ini tafsir Al Mishbah melanjutkan pembahasannya dari An Nisa ayat 135. Berikut ini adalah beberapa kesimpulannya :
1. Keimanan itu bertambah dan hendaknya seorang terus menerus melakukan kegiatan positif. Bagaimana cara untuk agar iman kita tidak turun? Caranya yaitu tidak bergaul dengan yang buruk.
2. Ada prinsip yang harus kita, yaitu percaya pada Allah, percaya rasul, percaya pada yang menyampaikan (dalam hal ini malaikat dan Al Qur'an).
3. Kemuliaan itu hanya milik Allah, karena itu ikuti tuntunan allah jika ingin mulia.
Demikianlah tausyiah kali ini, semoga bermanfaat. Amin :)
NB : makin dikit aja ni kesimpulan yang bisa ditulis dari hari ke hari T_T
Nuansa Ramadhan : Tafsir Al Mishbah 23 September 2008
Melanjutkan pembahasan dari Surat An Nisa, hari ini dimulai dari ayat 122. Berikut ini adalah kesimpulannya :
1. Jangan berangan-angan kosong, menghendaki sesuatu yang mustahil. Jangan memdambakan surga tapi tidak melakukan apa yang bisa membawanya ke surga.
2. Tidak ada perbedaan kewajiban dalam beramal bagi laki-laki dan perempuan.
Janganlah melihat jika seorang laki-laki bisa berjihada dalam perang, sedangkan perempuan tidak, menjadi suatu perbedaan dalam menjalankan kewajiban. Bagaimana jika seorang laki-laki berkata mengapa laki-laki tidak boleh menyusukan anaknya? Intinya, dalam melaksanakan kewajiban, bukan masalah kesamaan jenis pekerjaannya, tapi pada kecocokan pekerjaannya.
3. Perempuan dan laki-laki itu setingkat. Kalo ada ada tingkat yang lebih tinggi bagi laki-laki dalam tingkat kepemimpinan, tidak berarti dia dapat berbuat sewenang-wenang.
Disini dijelaskan bahwa penempatan posisi antara laki-laki dan perempuan itu setingkat, tapi tidak pada tempat yang sama. Jika laki-laki punya hak lebih banyak dalam kepemimpinan, bukan berarti perempuan tidak punya posisi yang bisa melebihkan dia dari laki-laki. Perempuan punya kewajiban yang lebih dalam mendidik anak.
4. Seorang perempuan bisa mencari orang untuk melakukan islah dengan suaminya.
Seandainya seorang perempuan merasa kalo suaminya sudah tidak menyukainya, maka dia dapat mencari seseorang untuk mendamaikan. Laki-laki pun tidak boleh gampang menceraikan istrinya jika dia mulai tidak suka dengan istrinya. Dalam hubungan, ada cinta dan benci. Ditengah-tengahnya ada adil. Jika memang berkurang cintanya, berusahalah bersikap adil.
Demikianlah hikmah yang bisa bisa disampaikan hari ini. Semoga bermanfaat untuk kita semua. Amin :)
Sep 22, 2008
Nuansa Ramadhan : Tafsir Al Mishbah 22 September 2008
Sep 21, 2008
Nuansa Ramadhan : Tafsir Al Mishbah 21 September 2008
1. Al Qur'an adalah haq.
Al Qur'an menjadi tuntunan manusia menuju kebenaran yang haq. Al Qur'an menjadi pembimbing Rasulullah agar terhindar dari kesalahan. Disini dijelaskan bahwa manusia biasa seperti kita bisa saja melakukan salah. Orang yang lebih agung sebaiknya tidak melakukan salah. Orang yang lebih agung lagi bahkan berpikirpun tidak boleh salah. Dalam konteks ini Rasulullah dijaga oleh Allah dari hal yang salah, bahkan pemikirannya sekalipun dijaga Allah dari kesalahan.
2. Jangan membela yang salah.
Yang dimaksud disini adalah bukan berarti kita tidak boleh membela bagi terdakwa atau tersangka atas tuduhan yang diberikan kepadanya, tapi lebih kepada mencari keadilan bagi tersangka tersebut. Jika kiranya memang tersangka tersebut memang terbukti bersalah, maka bagi pembela nya wajib untuk mengusahakan keputusan yang diambil oleh hakim adalah keputusan yang seadil-adilnya bagi tersangka tersebut, bukan untuk membenarkan apa yang salah dari perbuatan tersangka tersebut.
3. Allah bisa menuntut seseorang atas kecerobohan mahluknya.
Disini dijelaskan bahwa banyak kesalahan yang dilakukan manusia itu merupakan hasil dari kecerobohan. Misalkan lupa shalat karena terlalu asyik bermain kartu, dan sebagainya. Maka untuk menghindari kecerobohan tersebut, kerjakanlah sesuatu pada tempat dan waktunya sehingga bisa meminimalisir kesalahan.
4. Hindari tempat2 atau keadaan yang bisa membuat orang lain bisa membuat fitnah atas diri anda.
Yang dimaksud disini adalah kita harus berusaha menjauhkan fitnah dari diri kita. Caranya yaitu dengan membuat orang lain tidak berpikir kita melakukan suatu hal padahal kita tidak melakukannya. Jika memang sudah terjadi demikian, maka kita harus menjelaskan keadaan yang sebenarnya. Jika setelah kita menjelaskan keadaan yang sebenarnya tapi belum juga bisa diterima, maka sebaiknya kita diam saja. Karena kalo kita menjelaskan terus mereka tidak percaya, kalo kita mengiyakan kita berbohong.
Demikianlah tausyiah yang bisa disimpulkan dari Tasfsir Al Mishbah hari ini, semoga bermanfaat :)
Sep 20, 2008
Nuansa Ramadhan : Tafsir Al Mishbah 20 September 2008
Berikut ini adalah beberapa kesimpulan yang diberikan :
1. Selama hijrah dengan niat karena Allah, maka akan ada jalan yang dibukaan oleh Allah untuk nya.
Hijrah yang masa lalu diartikan sebagai perjalanan dari Mekkah ke Madinah, saat ini dapat juga diartikan sebagai hijrah dari tempat/suatu yang buruk ke tempat/suatu yang baik. Hijrah akan dinilai semenjak kita meninggalkan tempat/hal yang buruk tersebut semenjak langkah pertama keluar dari tempat tersebut.
2. Allah mensyariatkan shalat boleh disingkat dengan persyaratan, antara lain dalam perjalanan dan dalam keadaan takut.
Ayat yang menjelaskan tentang hal ini diturunkan pada saat keadaan perang. Dimana dikhawatirkan musuh bisa menyerang saat tahu waktu shalat. Tapi setelah masa perang selesai, seorang sahabat bertanya bolehkan menyingkat shalat dilakukan walau tidak dalam keadaan perang? Rasulullah menjawab boleh, dengan syarat-syarat tertentu, dan tidak dijadikan kebiasaan.
3. Waktu adalah masa untuk memulai dan menyelesaikan suatu pekerjaan.
Shalat punya waktu tertentu. Misalkan shalat maghrib, yaitu saat matahari terbenam. Maksud dari pernyataan disini adalah sebaiknya kita menyelesaikan segala sesuatu itu pada masanya. Jika memang shalat maghrib itu dimulai sejak terbenamnya matahari, maka jangan ditunda hingga masuk waktu isya, walaupun dibolehkan untuk menjamak shalat.
Demikianlah tausyiah kali ini, semoga bermanfaat bagi kita semua. Amin :)
Sep 18, 2008
Nuansa Ramadhan : Tafsir Al Mishbah 19 September 2008
Berikut ini adalah kesimpulan yang diberikan oleh Pak Quraish Shihab di akhir tausyiahnya :
1. Seorang mukmin tidak mungkin membunuh mukmin yang lain. Karena seorang mukmin itu penyayang dan pemaaf.
2. Sangsi yang ditetapkan Allah kepada orang yang membunuh dengan tidak disengaja adalah :
- memerdekakan budak
- membayar denda
Disini digambarkan betapa tingginya nilai kemerdekaan, hingga hampir disamakan dengan nilai kehidupan.
3. Hendaklah kita berhati-hati menetapkan kekufuran orang lain, walaupun indikator nya lemah. Selemah-lemahnya indikator tersebut adalah ketika orang tersebut mengucapkan "La ilaha Illallah", maka dia terlindungi jiwa dan hartanya.
Demikianlah, semoga bermanfaat bagi kita semua. Amin :)
Nuansa Ramadhan : Tafsir Al Mishbah 18 September 2008
Hari ini tafsir Al Mishbah melanjutkan pembahasannya dalam Surat An Nisa. Dan dalam episode ini banyak membahas tentang ucapan salam. Mengapa dengan Assalamualaikum? Karena salam ini tidak terikat waktu dan tempat. Jika kita mengucapkan selamat pagi, maka kita hanya akan didoakan selamat di pagi hari saja. Begitu logikanya. Sedangkan jika kita mengucapkan Assalamualaikum, maka itu merupakan doa keselamatan untuk kita kapan saja dan dimana saja sampai akhir nanti.
Dalam episode ini Pak Quraish Shihab juga menjelaskan dari sebuah pertanyaan tentang bagaimana menjawab salam dari seorang non muslim? Diceritakanlah riwayat pada masa dimulainya Rasulullah mengucapkan assalamualaikum, pada masa itu musuh-musuh Islam memberikan salam seperti Assamuailaikum (semoga kematian datang padamu). Karena itulah Rasulullah tidak membolehkan menjawab salam tersebut, atau dijawab dengan "Alaikum" (kepadamu juga). Tapi saat itu adalah dalam konteks bermusuhan, sedangkan dalam Al Qur'an dijelaskan bahwa setiap penghormatan yang diberikan kepada kita wajib kita balas. Karena itulah bila ada non-muslim yang tidak memerangi dan memusuhi kita mengucapkan salam, maka wajiblah kiranya kita menjawab salam tersebut, karena sesungguhnya Allah meperhitungkan segala sesuatu (An Nisa : 86)
Dalam sebuah pertanyaan dari penonton, yang menanyakan wajibkan kita menjawab salam dari seseorang di televisi? Pak Quraish Shihab menjelaskan bahwa pada dasarnya salam itu harus diucapkan jelas dan terdengar oleh yang mendengarnya, supaya yang memberikan salam juga mendengar apa yang dijawabkan dari orang yang membalas salamnya. Jadi pada dasarnya membalas salam orang di televisi tidaklah wajib, tapi dianjurkan. Dianjurkan dengan asumsi bahwa kita didoakan oleh pemberi salam di televisi, dan kita boleh membalas salam tersebut.
Dan diakhir tausyiah kali ini, Pak Quraish Shihab memberikan beberapa kesimpulan, yaitu :
1. Agama kita menganjurkan kita unutk menyambut setiap uluran tangan, penyambutan dengan cara yang sebaik-baiknya, sekalipun dia non-muslim.
Disini digambarkan dengan bagaimana cara kita menjawab salam. Dalam suatu riwayat, dalam sebuah majelis, datanglah seorang sahabat dan mengucapkan salam "Assalamualaikum" (semoga keselamatan datang padamu). Dan Rasulullah menjawab "Waalaikumsalam wa Rahmatullah" (semoga keselamatan dan rahmat datang kepadamu). Tak lama kemudian datanglah seorang sahabat dan mengucapkan salam "Assalamualaikum wa rahmatullah", dan Rasulullah pun menjawab salam tersebut dengan "Waalaikumsalam wa rahmatullahi wabarakatuh" (semoga keselamatan, rahmat dan berkah tercurah kepadamu). Kemudian datanglah seorang sahabat lagi dan mengucapkan salam "Assalamualaikum Warahmatullahi wa Barakatuh" , dan Rasulullah kemudian menjawab salam tersebut dengan "Waalaikumsalam wa rahmatullahi wabarakatuh" . Sahabat pun kemudian bertanya, mengapa Rasulullah tidak menambahkan doa dari salam tersebut? Rasulullah pun menjawab, karena tidak ada lagi yang lebih besar lingkupnya selain "Waalaikumsalam wa rahmatullahi wabarakatuh" . Hal ini juga berlaku dengan doa seperti "Rabbana aatina fidduniya hasanah, wa fil aakhirati hasanah, waqina azaabannar". Doa seperti ini sudah melingkupi segala hal di dunia dan akhirat.
2. Kita harus yakin sepenuhnya bahwa tidak ada yang lebih benar ucapannya melebihi ucapan Allah. Karena itulah apa yang ada di Al Qur'an itu merupakan kebenaran yang absolut, bukan kebenaran relatif yang berasal dari manusia.
3. Orang2 munafik itu hendaknya dihindari, jangan banyak bergaul dengan mereka karena dapat mempengaruhi anda. Yakinlah karena kemunafikan yang mereka lakukan adalah bagian dari ketidakmauan mereka untuk mendengar dan menyerapi agama.
Demikianlah kesimpulan untuk tafsir Al Mishbah hari ini. Semoga kita mendapatkan manfaat daripadanya. Amin :)
Sep 16, 2008
Nuansa Ramadhan : Tafsir Al Mishbah 17 September 2008
Berikut ini adalah hikmah yang dapat diambil dari tausyiah hari ini :
1. Al Qur'an adalah firman Allah, tidak ada pertentangan di dalamnya, baik dalam ayat, atau informasi, dan tuntunannya.
Tidak ada pertentangan dalam Al Qur'an. Kalo pun ada yang kelihatan bertentangan, sebenarnya tidak, hanya berbeda. Misalkan pada masa awal Islam, disaat masih lemah, Rasulullah memerintahkan umat nya untuk bersabar, tidak mengajak pada suatu peperangan. Setelah Islam lebih kuat, jika ada yang mengganggu, maka wajib melawan.
2. Hendaknya dalam menerima berita kita berhati-hati, jangan menyebarluaskannya walaupun benar, tanpa mengetahui kemaslahatannya.
Diceritakan bahwa sahabat nabi, Abu Hurairah, mendengarkan nabi berkata dalam kalangan terbatas, bahwa orang yang mengucapkan "Laa Ilaha Illallah" akan masuk ke surga. Abu Hurairah segera keluar dari majelis dan menuju ke pasar untuk memberitakan hal ini. Tapi di perjalanan beliau bertemu dengan Sayyidina Umar, dan menanyakan mengapa dia terburu-buru. Mengetahui hal tersebut, Umar langsung menarik Abu Hurairah dan membawa nya kembali ke Rasulullah. Rasulullah pun membenarkan tindakan Umar karena dikhawatirkan informasi yang disampaikan oleh Abu Hurairah itu hanya sepenggal, karena masih ada hal-hal lain yang menjadi konsekuensi dari perkataan "La Ilaha Illallah", misalkan menjalankan syariat Islam.
3. Pemimpin itu harus bisa menunjukkan tugasnya sebelum dia mengajak orang mengerjakan yang lain.
Pemimpin yang baik bukan pemimpin yang bisa menunjukkan apa yang harus dilakukan kepada orang yang disuruhnya. Bukan hanya sekedar menyuruh. Oleh karena itu dalam memilih pemimpin, kita harus bisa menyaring mana pemimpin yang berkompetensi dan mana yang tidak.
4. Jadilah perantara yang baik. Ajak orang untuk mengerjakan kebaikan.
Sesungguhnya jika kita mengajak orang kepada kebaikan, maka kita akan mendapatkan ganjaran sebesar kebaikan yang dilakukan oleh orang lain yang kita ajak. Demikian pula sebaliknya. Jika kita mengajak orang untuk bersedekah, maka pahala sedekah itu pun akan singgah kepada kita. Tapi juga misalkan kita mengajak untuk korupsi, walaupun kita tidak korupsi, ganjaran ajakan tersebut pun akan singgah kepada kita.
Demikianlah hikmah pada hari ini. Semoga bermanfaat :)
Sep 15, 2008
Nuansa Ramadhan : Tafsir Al Mishbah 15-16 September 2008
Setelah kemarin ga sempat posting karena ada sedikit masalah dengan komputer, hari ini juga nyaris ga bisa posting karena tv tuner nya ga kedetect ^^;
Untungnya sebelum acara selesai, masalah tv tuner nya udah bisa beres.
Jadi berikut ini adalah kesimpulan dari 2 kali tafsir Al Mishbah :)
15 September 2008 :
1. Siapa yang mencintai dan patuh pada seseorang, maka dia akan bersama dengan orang tersebut di akhirat kelak.
2. Hidup itu harus hati-hati. Jangan sampai tergoda syaitan, bahkan hawa nafsu kita sendiri.
3. Sifat orang munafik itu misalkan dia mau menang sendiri, tidak mau mengajak menuju kebaikan bersama-sama.
16 September 2008 :
1. kita berkewajiban untuk membela kaum lemah, semampu kita.
2. kita jangan pernah menduga kita dapat mengelak dari kematian karena dia pasti datang.
3. jangan pernah berkata baik itu datang diri kita atau Allah, dan yang buruk dari orang lain. Tapi teliti lah, bisa jadi keburukan itu datang dari diri kita sendiri.
4. allah mengetahui apa yang direncanakan dan apa yang terdapat dalam isi hati seseorang.
Demikianlah kesimpulannya. Mudah-mudahan bermanfaat :)
Sep 12, 2008
Nuansa Ramadhan : Tafsir Al Mishbah 12 September 2008
Kesimpulan yang dapat diambil pada episode kali ini adalah :
1. shalat itu demikian pentingnya, sehingga harus dilakukan dalam keadaan sadar.
Dalam keadaan tidak sadar (misalkan mabuk, bahkan ngantuk sekalipun) kita dianjurkan untuk tidak mendekati shalat. Disini Allah menjelaskan bahwa kita harus sadar dengan apa yang kita ucapkan. Allah tidak menuntut kita untuk mengerti apa yang kita ucapkan, cukup sadar saja.
2. Allah memberikan alternatif wudhu, yaitu tayamum.
Ada beberapa perbedaan mahzab dalam tatacara wudhu dan tayamum, atau dalam kapan harus mengganti wudhu dengan tayamum, atau bahkan kapan wudhu/tayamum batal. Tapi yang pasti, kita dibolehkan bertayamum jika : (1) tidak ada air untuk wudhu, atau air yang ada lebih penting digunakan untuk minum, bahkan untuk meminumkan anjing yang sedang kehausan, (2) jika kita merasa khawatir saat kita berwudhu akan menimbulkan sakit atau memperpanjang sakit kita.
Kemudian dalam tayamum, Imam Syafi'i berpendapat bahwa tanah yang bisa digunakan untuk tayamum adalah tanah yang baik, dalam arti tanah yang bisa ditumbuhi tanaman. Sedangkan Imam Hambali dan Hanafi mengatakan apapun yang tampak walau bukan tanah bisa digunakan untuk berwudhu. Misalkan berwudhu di dalam mobil, pesawat ataupun di tempat yang tidak ada tanah atau air.
3.Tayamum dalam Islam menunjukkan kerealistisan islam dalam memilih alternatif.
4. ada pelajaran bahwa kita harus pandai2 memilih kata-kata dan kalimat yang bisa menimbulkan kesalahpahaman.
Dalam hal ini menjelaskan bahwa orang Yahudi sering sekali memilih kata-kata yang sekilas terdengar sama tapi artinya beda, bahkan cenderung kebalikannya. Misalkan pada saat itu orang yahudi sering memberikan salam seperti "Assamualaikum" (mudah2an tulisannya ga salah), yang terdengar seperti "Assalamualaikum" yang artinya semoga keselamatan tercurah kepadamu, padahal yang diucapkan yahudi tersebut adalah "semoga kehancuran datang padamu".
Demikianlah hikmah yang dapat kita ambil kali ini. Semoga bermanfaat :)
Sep 11, 2008
Nuansa Ramadhan : Tafsir Al Mishbah 11 September 2008
1. Kita dituntut untuk beribadah kepada Allah sehingga tidak ada satu gerak dari muslim kecuali ibadah.
Pada dasarnya ibadah itu ada 2 macam, yaitu ibadah yang sudah ditentukan waktu,kadar,dan tempatnya, dan ada juga ibadah yang tidak ditentukan waktu, kadar dan tempatnya. Ibadah jenis pertama misalnya shalat, zakat, haji dan sebagainya. Ibadah jenis kedua misalkan yang paling sederhana adalah senyum, menjaga kebersihan, dan sebagainya.
Pada dasarnya, ibadah itu bisa dilakukan dalam semua bagian hidup kita. Gimana caranya? Caranya yaitu meniatkan semua aktifitas kita hanya karena Allah. Bisa dengan niat, atau mengucapkan Bismillah.
2. Berbakti kepada orang tua adalah kewajiban kedua setelah beribadah pada Allah.
Satu-satunya hal yang membolehkan kita melawan orang tua kita yaitu jika orang tua kita mengajak kepada kemusyrikan. Selain itu, walaupun orang tua kita berbeda agama dengan kita, diwajibkan bagi kita untuk berbuat baik kepadanya.
3. Berbuat baik kepada sesama manusia.
4. Allah tidak memberi rahmat khusus kepada orang angkuh, berbangga, kikir, orang yang menyuruh berbuat kikir dan pamrih.
Demikianlah, semoga bermanfaat :)
Sep 10, 2008
Nuansa Ramadhan : Tafsir Al Mishbah 10 September 2008
Berikut ini adalah kesimpulan yang disampaikan oleh Pak Quraish Shihab di akhir tausyiah nya di hari ini :
1. Ayat ini memberi tuntunan untuk menghilangkan perselisihan dlm rumah tangga. Dianjurkan agar tidak keluar dari kamar. Jika memungkinkan untuk disimpan, diharapkan tidak sampai bocor ke tetangga. Cukup ke keluarga saja.
Yang namanya rumah tangga, ga mungkin ada cekcok. Nah, perselisihan ini harus diselsaikan dengan cara yang baik. Cara pertama adalah dengan menasehati dengan kata-kata yang baik, bukan dengan cara marah-marah. Kalo misalnya dinasehati masih juga berselisih, maka suami harus menunjukkan dengan cara memisahkan diri dari istrinya di tempat tidur, tapi masih dalam satu kamar. Klo yang ini juga tidak mempan, ikuti cara di no.2 :)
2. Ayat ini juga memberikan tuntunan kalo sudah tidak mempan nasihat, maka suami bole memukul istrinya, tapi bukan memukul yang bisa melukai istrinya, hanya sebagai pertanda ketidaksenangan suami terhadap istrinya.
Memukul disini tidak dengan maksud menyiksa. Memukul disini seperti halnya kita menepuk bahu dengan lembut dan tidak menimbulkan rasa sakit. Bukan memukul, menampar, atau bahkan menendang yang bisa mengakibatkan luka pada istri.
Semoga bermanfaat :)
Sep 8, 2008
Nuansa Ramadhan : Tafsir Al Mishbah 9 September 2008
Pada tafsir Al Mishbah kemarin banyak membahas tentang pernikahan. Hari ini banyak membahas tentang perdagangan. Kenapa demikian? Ya logis aja, gimana mau nikah kalo ga ada biaya? Gimana cara cari biaya? Ya dengan bekerja, contohnya berdagang :) Nah...perdagangan seperti apa yang Islam inginkan? Mungkin bisa disimak dari beberapa kesimpulan di bawah :
1. hendaknya perdagangan dilakukan atas dasar suka sama suka.
Hendaknya dalam perdagangan tidak ada pihak yang dirugikan. Pembeli mendapatkan barang (tapi tidak kemurahan), dan penjual mendapatkan untung (tapi tidak kebanyakan). Agar transaksi perdagangan berhasil, hendaknya kedua pihak (pembeli dan penjual) melakukan tawar menawar, hingga harga yang diinginkan bisa tercapai diantara keduanya.
2. dalam perdagangan ada etika bisnis.
Etika bisnis disini misalkan adalah tidak menjual barang dengan harga berlipat-lipat, yang mendekati riba. Kemudian mengambil untung yang terlalu banyak juga tidak diharapkan dalam Islam, karena bisa jadi pembeli akhirnya tidak rela dengan barang yang dibelinya, dan dia membeli karena terpaksa, karena kebutuhannya. Kemudian ada ijab dan kabul dalam perdagangan. Untuk jaman sekarang, sekedar ucapan terimakasih sudah dianggap sebagai ijab dan kabul antara pedagang dan pembeli.
3. dosa ada dosa besar dan dosa kecil. yang perlu kita hindari adalah dosa besar, tapi bukan berarti boleh melakukan dosa kecil, karena dosa kecil yang diulang-ulang bisa menjadi dosa besar.
Dengan menghindari dosa-dosa besar, maka otomatis Allah akan menghapus dosa-dosa kecil kita, walaupun kita tidak memintanya. Karena itu, jika kita sadar telah melakukan dosa, maka hendaknya disusulkan dengan berbuat kebaikan, untuk menghapus dosa yang telah dibuat. Dosa-dosa besar tersebut antara lain ada tujuh, yaitu Menyekutukan Allah, Mengerjakan Sihir, Membunuh jiwa yang diharamkan oleh Allah kecuali dengan alasan yang hak, Memakan Riba, Memakan harta anak yatim, Lari dari medan perang, Menuduh berzina wanita-wanita yang terpelihara kehormatannya yang dalam keadaan lalai lagi beriman
Islam menganjurkan kita untuk hidup realistis. Tidak berusaha hidup diluar batas kemampuan. Dan jangan pula iri terhadap apa yang didapatkan orang lain. Syukuri apa yang didapat, dan berusaha mencari lebih dengan ikhtiar dan doa.
Sep 7, 2008
Nuansa Ramadhan : Tafsir Al Mishbah 7 September 2008
Hehehehe...sebenarnya tulisan ini tadinya tidak akan saya buat karena saya ketiduran waktu bagian kesimpulan. Tapi sebelum tidur, setidaknya saya masih menonton dan ingat apa isinya.
Pada dasarnya, tafsir Al Mishbah tanggal 7 kemaren banyak membahas tentang siapa saja yang boleh dinikahi. Karena yang boleh dinikahi itu banyak, maka kita harus tahu siapa saja yang tidak boleh dinikahi.
Wanita-wanita yang dilarang dinikahi ada dua macam : Wanita yang dilarang dinikahi selama-lamanya, dan wanita yang dilarang dinikahi hingga waktu tertentu. Kelompok yang pertama ada tujuh orang karena hubungan nasab, yaitu:
[1]. Ibu dan seterusnya ke jalur atas
[2]. Anak wanita dan seterusnya ke jalur bawah
[3]. Saudara wanita seayah seibu atau seibu atau seayah
[4]. Anak wanita istri (anak tiri)
[5]. Anak wanita saudara
[6]. Bibi dari garis ayah
[7]. Bibi dari garis ibu
Dalam pengharaman mereka, adalah firman Allah.
"Artinya : Diharamkan atas kalian (mengawini) ibu-ibu kalian".. Dan seterusnya [An-Nisa : 23]
Diharamkan pula yang seperti kedudukan mereka ini karena hubungan penyusuan, yang didasarkan kepada sabda Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam, "Diharamkan karena penyusuan seperti yang diharamkan karena nasab".
Adapun wanita yang haram dinikahi karena hubungan perbesanan adalah.
[1]. Ibu istri dan seterusnya ke jalur atas
[2]. Anak-anak wanita mereka dan seterusnya ke jalur bawah jika istri sudah disetubuhi.
[3]. Istri-istri bapak, kakak dan seterusnya ke jalaur atas
[4]. Istri-istri anak laki-laki dan seterusnya ke jalur bawah
Diharamkan pula yang seperti mereka karena penyusuan. Dalilnya adalah firman Allah : "Ibu istri-istri kalian".[An-Nisa : 23]
Demikianlah, semoga bermanfaat :)
Nuansa Ramadhan : Tafsir Al Mishbah 8 September 2008
Hari ini tafsir Al Mishbah membahas tentang pernikahan, terutama antara laki-laki yang ingin menikah, tapi tidak mampu, dan diberikan jalannya.
1. Islam menganjurkan pernikahan.
2. Pernikahan memerlukan syarat2 utk langengnya perkawinan. Yaitu kedua calon harus siap mental, fisik, dan biaya.
3. Sebaiknya pernikahan dilakukan dilakukan oleh calon suami-istri yang setara. Tapi jika takut terjerumus zinah, maka dibolehkan kawin tidak setara.
Perlu dijelaskan disini, bahwa kawin tidak setara itu pada jaman dahulu misalkan antara seorang laki-laki merdeka, dengan perempuan hamba sahaya. Alangkah baiknya jika laki-laki tersebut mencari dahulu perempuan dari keluarga yang baik, tapi jika memang tidak mampu, maka dibolehkan dengan hamba sahaya. Untuk kategori jaman sekarang, sebaiknya mencari istri dari sebanding, misalkan tingkat pendidikan yang sama, kemampuan yang sama, dan sebagainya. Mengapa demikian? Supaya pernikahan tersebut langgeng, karena nyambung :) Kenapa begitu? Mari kita bayangkan, seorang perempuan yang kaya kawin dengan laki-laki yang miskin, dikhawatirkan laki-laki tersebut akan lebih banyak dihina karena kemiskinannya.
4. Hendaklah memperlakukan orang dalam rumah kita, walaupun bukan setara, sebagai keluarga kita.
5. Allah sangat gembira dan senang apabila ada hambanya yang bertobat.
Semoga bermanfaat :)
Sep 5, 2008
Nuansa Ramadhan : Tafsir Al Mishbah 6 September 2008
Tafsir Al Mishbah hari ini banyak membahas tentang hubungan suami istri. Berikut ini adalah kesimpulan dari acara hari ini :
1. Seorang istri harus diberikan hak nya jika suaminya meninggal. Tidak dibolehkan mengambil dari seorang janda tanpa keihklasan dari janda tersebut.
Pada saat jaman jahiliyah, seorang istri yang ditinggal mati suaminya, bisa diwariskan ke keluarga, bahkan bisa dinikahi anak tirinya. Sejak jaman Rasulullah, hal ini dilarang dilakukan. Perempuan yang ditinggal mati suaminya diberikan kebebasan untuk memilih jalan hidup berikutnya. Tidak menjadi hak milik keluarga suaminya.
2. Suami apapun alasannya tidak dibenarkan untuk menghalangi dan mengganggu istrinya dengan tujuan mengambil maharnya kecuali istri melakukan perbuatan keji yang tidak dapat ditoleransi.
Jaman sekarang ada saja yang menikah untuk harta. Mereka sengaja menikah walaupun tidak cinta, tapi dengan tujuan untuk mengambil harta. Setelah menikah, maka pasangan memperlakukan suami / istrinya dengan tidak baik, dan pada akhirnya pasangannya meminta cerai / menginginkan cerai. Tapi suami / istrinya hanya mau bercerai dengan syarat tertentu (misalkan memberikan harta yang dia inginkan). Hal ini dilarang Al Qur'an.
3. Suami istri diperintahkan untuk bergaul dengan baik walaupun cinta sudah tidak meresap dalam hati.
Dalam hal ini ada 3 hal yang menjadi pertimbangan. Jika tidak ada sudah tidak ada lagi cinta, maka masih ada rahmah (dalam hal ini berarti rasa kasihan), jika rahmah pun habis, maka masih ada kewajiban. Jika seorang cinta tidak lagi cinta pada istrinya, maka dia harus berpikir bahwa kasihan jika seandainya istrinya tersebut diceraikan. Mungkin karena masih ada anak kecil yang masih butuh cinta ibunya, atau mau kemana si istri jika suaminya menceraikannya. Tapi jika rasa kasihan itu pun telah hilang, maka pikirkan lah kewajiban. Saat laki-laki melamar perempuan dan menikahinya, maka laki-laki tersebut mengambil tanggungjawab atas perempuan tersebut dari orangtuanya. Jika suami tersebut masih laki-laki, tentu harus bertanggungjawab atas perbuatannya melamar :)
4. Mas kawin tidak ada batas maksimal, tapi yang memudahkan semakin baik.
Mas kawin yang baik memang mas kawin berupa materi (harta). Hal ini dilakukan untuk menjaga istrinya jikalau dia sudah tidak bisa memberikan harta pada istrinya. Tidak ditetapkan minimal atau maksimalnya karena dikhawatirkan mas kawin menjadi seperti harga bagi seorang perempuan. Mas kawin yang baik adalah mas kawin yang memudahkan bagi laki-laki untuk memenuhinya, sesuai dengan kemampuan laki-laki.
5. Kehidupan rumah tangga itu memberikan keterbukaan kepada satu sama lain. Tidak ada lagi rahasia terhadap pasangan, dan mereka saling menjaga.
Seorang laki-laki pasti akan menjaga dirinya agar ttidak akan menangis di depan perempuan. Dia juga tidak akan mengaku tidak punya uang walaupun dia tidak punya uang di depan orang yang dicintainya jika mereka belum menikah. Tapi setelah menikah, semua batas tersebut hilang. Suami tidak segan2 menangis di depan istrinya, tidak segan mengatakan kalau dia tidak punya uang karena memang dia tidak punya uang.
Demikianlah penjelasan hari ini. Semoga bermanfaat.
Sep 4, 2008
Nuansa Ramadhan : Tafsir Al Mishbah 5 September 2008
Tafsir Al Mishbah hari ini banyak membahas tentang dosa-dosa yang dilakukan oleh manusia, terutama dosa yang dilakukan oleh perempuan. Misalkan perempuan yang keluar rumah untuk mengunjungi tempat-tempat yang tidak baik itu akan terkena dua dosa. Kenapa begitu? Karena pada dasarnya perempuan itu dianjurkan untuk tetap di rumah. Jika dia keluar rumah maka dia melakukan dosa. Kemudian dia berkunjung ke tempat-tempat yang tidak baik, maka bertambah lagi dosanya. Berbeda dengan laki-laki, yang memang pada dasarnya ditugaskan Allah untuk mencari rezeki di luar rumah, pada saat dia keluar rumah, dia belum berdosa. Tapi jika dia pergi ke tempat-tempat yang tidak biak, maka dia juga berdosa.
Tapi biarpun wanita itu dianjurkan berada di rumah, bukan berarti wanita itu tidak boleh keluar rumah. Jika seorang perempuan ingin keluar dengan tujuan yang baik, misalkan ingin ikut pengajian di rumah tetangga, atau mengunjungi orang tuanya, atau pergi belajar ke rumah temannya, dan orang tua, suami tahu apa yang akan dilakukan oleh anak atau istrinya di tempat yang ditujunya, dan perbuatan itu adalah baik, maka tidak boleh dilarang.
Berikut ini adalah beberapa kesimpulan dari Tasfir Al Mishbah hari ini :
1. hendaklah seseorang jangan mengunjungi tempat-tempat yang tidak baik
2. orang yang pernah melakukan dosa dan sudah bertobat dan melakukan perbaikan, jangan diungkap lagi kesalahannnya.
3. Allah membuka tobat sebesar-besarnya sampai maut sampai di kerongkongan manusia.
Demikianlah...semoga bermanfaat :)