Sudah sejak lama aku mencari arti dari nama Yudhi yang ada di namaku, Yudhiarma. Kenapa demikian? Aku sering sekali ditanya apa artinya, sedangkan aku tidak tahu. Memang rata-rata nama yang diberikan kepada anak memiliki arti tersendiri.
Pemberian namaku juga berdasarkan nama kedua orangtuaku. Arma dalam namaku berasal dari inisial kedua orangtua ku, Abdul Rasyid dan Maria ulfah. Tidak dipisahkan dari nama untukku, Yudhi. Ntah kenapa tidak dipisah. Aku lupa menanyakannya ketika ayahku masih ada. Ibuku tidak bisa memberikan jawaban yang lengkap selain inisial nama tadi.
Aku menduga nama Yudhi diambil dari Yudhistira, salah satu dari pandawa lima. Aku sendiri tak tahu bagaimanakah kisah pandawa lima itu sendiri, dan aku juga ragu kedua orang tua ku mengerti karena mereka bukan orang jawa atau india, dan aku rasa mereka berdua tidak begitu tertarik dengan literatur pewayangan. Aku juga pernah menduga Yudhi merupakan bentuk feminim dari Yudha, yang artinya perang.
Setelah 30 tahun lebih, akhirnya aku memutuskan untuk meng-Google arti namaku. Lama juga sampai akhirnya ketemukan tulisan tentang Pandawa lima di website tentang Veda yang menulis bahwa Yudhi berarti battle / pertempuran. Sepertinya memang tidak jauh berbeda dari dugaanku sebelumnya, berasal dari kata Yudhistira dan Yudha. Mungkin juga pemilihan nama Yudhi ini terkait dengan posisi ku sebagai anak pertama. Yudhistira sendiri adalah anak pertama.
Walaupun namaku berarti pertempuran atau perang, bukan berarti aku suka bertempur loh. Peace peace.. cinta damai :D Seperti halnya Yudhistira yang cinta damai, sabar dan adil (tapi aku kayaknya ga sebaik itu deh :p).
Ada yang sedikit menggelitik kalo arti nama ku digabungkan. Ternyata artinya adalah pertempuran dari kedua orangtua ku. Hahahahaha... ada-ada saja :)
referensi :
http://veda.sakthifoundation.org/symbol.htm
http://forum.detik.com/showthread.php?t=891
http://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20091130225213AADArF8
Showing posts with label bahasa. Show all posts
Showing posts with label bahasa. Show all posts
Aug 27, 2010
Jul 22, 2009
Bahasa ABG jaman dulu dan sekarang
Menyikapi status saya di situs pertemanan terkenal beberapa waktu yang lalu yaitu :
"Seorang teman mendapat SMS (yang kira2 kayak gini) : "1n1 cp c1? q n-ta, lo qm?", temanku bingung bacanya.. dan membalas sms nya dengan : "bacaannya apa sih?", dan dibalas : "ini siapa sih? aku nita, kalau kamu? lulus sekolah gak sih?" ---> sekarang siapa yang gak sekolah???"
Saya yakin sms seperti ini paling sering kita dapatkan dari ABG alias anak baru gede. Saya pribadi juga tidak mengerti apa yang mereka tulis dan kenapa mereka begitu betah menulis dengan tulisan seperti ini. Bagi saya, menulis dengan tulisan standar lebih menyenangkan dan tidak merepotkan, baik bagi saya yang menulis, dan bagi yang membaca.
Saya merasa ini bagaikan pemerkosaan bahasa. Saat Bahasa Indonesia mulai diakui dunia sebagai bahasa penting dengan diajarkan di berbagai negara, bahkan menjadi bahasa yang wajib diajarkan. Tragisnya anak bangsa sendiri malah tidak menggunakan bahasa ibu nya dengan baik.
Tapi.... saya juga tidak bisa menyalahkan para ABG tersebut. ABG alias anak baru gede adalah masa-masa dimana seseorang mencari jati dirinya. Mencari identitas yang bisa membentuk dirinya. Saya ingat ketika saya masih SD dan SMP, saya juga memiliki kecenderungan yang sama dengan ABG jaman sekarang, hanya dalam bentuk berbeda. Jika ABG sekarang menuliskannya dalam bentuk SMS, ABG jaman saya melakukannya dalam bentuk sandi. Misalkan seperti ini :
Bagaimana? Mungkin anda juga pernah melihatnya? tulisan di baris pertama adalah tulisan yang didasarkan atas kotak-kotak yang dibentuk pola agar menjadi sebuah huruf. Tulisan di baris kedua adalah tulisan yang dibentuk dari bentuk-bentuk matematika. Tulisan di baris ketiga sih tulisan biasa. Jaman saya ABG juga sering menggunakan kode morse ataupun semaphore, yang banyak diajarkan di kepanduan (pramuka).
Nah... tak bisa disalahkan bukan? Hehehehehe.... tapi kalau bisa sih, sebaiknya kembali lah menggunakan bahasa yang baik dan benar, atau minimal baik lah
"Seorang teman mendapat SMS (yang kira2 kayak gini) : "1n1 cp c1? q n-ta, lo qm?", temanku bingung bacanya.. dan membalas sms nya dengan : "bacaannya apa sih?", dan dibalas : "ini siapa sih? aku nita, kalau kamu? lulus sekolah gak sih?" ---> sekarang siapa yang gak sekolah???"
Saya yakin sms seperti ini paling sering kita dapatkan dari ABG alias anak baru gede. Saya pribadi juga tidak mengerti apa yang mereka tulis dan kenapa mereka begitu betah menulis dengan tulisan seperti ini. Bagi saya, menulis dengan tulisan standar lebih menyenangkan dan tidak merepotkan, baik bagi saya yang menulis, dan bagi yang membaca.
Saya merasa ini bagaikan pemerkosaan bahasa. Saat Bahasa Indonesia mulai diakui dunia sebagai bahasa penting dengan diajarkan di berbagai negara, bahkan menjadi bahasa yang wajib diajarkan. Tragisnya anak bangsa sendiri malah tidak menggunakan bahasa ibu nya dengan baik.
Tapi.... saya juga tidak bisa menyalahkan para ABG tersebut. ABG alias anak baru gede adalah masa-masa dimana seseorang mencari jati dirinya. Mencari identitas yang bisa membentuk dirinya. Saya ingat ketika saya masih SD dan SMP, saya juga memiliki kecenderungan yang sama dengan ABG jaman sekarang, hanya dalam bentuk berbeda. Jika ABG sekarang menuliskannya dalam bentuk SMS, ABG jaman saya melakukannya dalam bentuk sandi. Misalkan seperti ini :
Nah... tak bisa disalahkan bukan? Hehehehehe.... tapi kalau bisa sih, sebaiknya kembali lah menggunakan bahasa yang baik dan benar, atau minimal baik lah
Subscribe to:
Posts (Atom)