Feb 19, 2010

[review] Hindi Movie - My Name is Khan (2010)


PERHATIAN!! BAGI YANG TIDAK SUKA SPOILER JANGAN DIBACA!!


"My name is Khan.. and I'm not a terrorist...." (Rizwan Khan)

Itulah sepenggalan kata yang menjadi inti cerita dari film Shah Rukh Khan yang terbaru, My Name is Khan.

"Lihat gambar ini, seorang yang membawa kayu dan memukul mu, dan seorang yang membawa permen dan diberikan kepada mu, bisa kah kau bedakan agamanya? Begitu juga manusia, tidak dibedakan karena agamanya. Manusia itu dibedakan atas dua hal, yang baik dan yang buruk" (Ibunda Rizwan, pasca Hindu-Muslim Riots 1983)




Rizwan Khan adalah seorang lelaki penderita syndrome Asperger. Dia dibesarkan di lingkungan Muslim India. Dia memiliki ibu yang luar biasa. Rizwan memiliki keahlian membetulkan hampir semua barang. Rumahnya sering dikunjungi tetangga sekitarnya hanya untuk membetulkan barang-barang elektroniknya.

Saat ibu nya meninggal, dia tinggal bersama adiknya di San Fransisco India. Disana lah dia bertemu dengan orang yang akan menjadi istrinya, Mandira. Mandira adalah seorang single mother yang bekerja di salon untuk menghidupi dirinya dan anaknya, Sameer. Rizwan jatuh cinta kepada Mandira pada pandangan pertama. Dengan kekurangannya, dia mendekati Mandira dan pada akhirnya mereka menikah.

"Manusia membuat dua batas kalender, yaitu BC, dan AD. Tapi kini ditambah satu lagi, 9/11" (Rizwan Khan)

Kehidupan mereka bahagia. Mereka pindah ke kota lain dan Mandira membuka salon sendiri di kota tersebut. Tapi semua itu berubah... berubah sejak 9/11. Khan yang muslim menjadi orang yang paling dibenci di kota tersebut. Padahal apa salahnya? Salahnya cuma karena namanya Khan. Nama yang biasa dipakai muslim, walau memang dia seorang muslim. Kebencian ini berakibat meninggalnya Sameer akibat penyiksaan oleh teman-temannya di sekolah yang tidak terungkap hingga akhir cerita.

Mandira yang sedih karena anaknya meninggal, marah kepada Rizwan. Dia menyalahkan Rizwan karena namanya Khan. Seandainya dia tidak menikah dengan Rizwan, maka anaknya tidak akan mati. Sebagai catatan, Mandira adalah seorang Hindu bahkan setelah menikahi Rizwan. Mandira mengusir Rizwan untuk pergi dan tak kembali. Rizwan berusaha membujuk Mandira agar bisa pulang, tapi Mandira marah dan mengatakan satu-satu nya cara agar dia bisa pulang adalah dengan mengatakan bahwa dia dan anaknya bukan teroris walau bernama Khan kepada presiden Amerika Serikat. Hal ini lah yang menjadikan Rizwan memulai perjalanannya untuk bertemu presiden.

Dalam perjalanannya, dia bertemu banyak orang. Hingga akhirnya dia singgah ke suatu daerah di Wilhemina Georgia. Dia bertemu dengan Mama Jenny dan anaknya Joey yang terluka dan ditolong oleh Rizwan. Mama Jenny adalah seorang Amerika-Afrika beragama Kristen. Anak Mama Jenny yang tertua tewas dalam perang Iraq, tapi tidak menjadikan dia membenci muslim, membenci Rizwan. Rizwan dijadikan tamu di rumah mereka, bahkan orang yang pertama menanyakan tentang Sameer semenjak Sameer meninggal adalah Mama Jenny. Rizwan begitu terkesan dengan Mama Jenny.

Dalam perjalanannya mencari presiden, Rizwan singgah ke universitas dimana akan datang presiden George Bush. Dia menyempatkan diri singgah ke masjid universitas. Dalam masjid itu berceritalah seorang Doktor tentang pengorbanan Ismail. Doktor Rehman beranggapan bahwa sebagai muslim kita harus mengorbankan darah kita layaknya Ismail untuk Islam. Mereka berencana untuk menyerang presiden saat kunjungannya ke universitas. Rizwan yang mendengarnya menentang perkataan doktor tersebut tentang kisah Ismail. Rizwan diceritakan ibunya bahwa inti cerita Ismail adalah tentang keberanian Ibrahim dan Ismail mengorbankan apa yang dicintainya untuk Allah. Dia melempar dokter itu dengan batu layaknya Siti Hajar melempar setan yang menggodanya. Rizwan keluar dari masjid dan menelpon adik iparnya untuk menanyakan telpon FBI. Rizwan melaporkan orang atau kegiatan mencurigakan tersebut.

"Pemerintah meminta kami sebagai warga negara untuk melaporkan orang atau kegiatan yang dicurigai sebagai terorisme. Tapi apa yang didapat? Kami dipenjara karena hal itu?" (Zahir Khan, saat diwawancara tentang dipenjaranya kakaknya, Rizwan)

Dalam kunjungan presiden George Bush ke universitas, Rizwan berhasil mendekati presiden dan berteriak "Mr. Presiden, My Name is Khan.. and I'm not a terrorist". Dasar orang Amerika yang agak sensitif dengar kata teroris, walau pun maksudnya bukan teroris, akhirnya Rizwan ditangkap dan dipenjarakan karena dicurigai teroris. Salah seorang mahasiswa universitas tempat kunjungan itu dilakukan secara tidak sengaja merekam Rizwan saat berteriak, dan berusaha untuk mengungkapkan kenapa Rizwan berkata seperti itu. Atas bantuan seorang reporter, akhirnya video itu disiarkan di televisi dan mulai diperhatikan banyak orang. Kisah Rizwan yang cuma orang biasa, penderita syndrome Asperger, akhirnya tersebar. Rizwan akhirnya dibebaskan dari penjara. Setelah proses panjang, yang melibatkan penangkapan orang-orang yang ditemuinya di masjid yang dilaporkannya ke FBI. Tapi perjalanannya belum selesai.....

"We shall overcome someday" (Joey, menyanyi di sebuah gereja di Wilhemina)

Dalam perjalanannya bertemu dengan presiden, terjadi badai yang melanda Wilhemina Georgia. Rizwan teringat Mama Jenny dan Joey, dan memutuskan untuk kembali ke Wilhemina. Syukurlah Mama Jenny dan Joey baik-baik saja. Mama Jenny begitu bahagia melihat Rizwan datang, walaupun dia tidak mengharapkan kedatangannya karena bisa membahayakan diri Rizwan sendiri karena terjebak dalam badai. Rizwan akhirnya membantu para pengungsi tersebut. Reporter televisi yang melacak keberadaan Rizwan akhirnya berhasil tiba di Wilhemina dan melihat langsung apa yang dilakukan Rizwan. Mereka menyiarkan apa yang Rizwan lakukan, dan hal ini mendapatkan perhatian dari senator yang sedang ikut pemilihan presiden, Senator Obama.

Tidak hanya Rizwan, banyak teman-temannya datang ke Wilhemina untuk memberikan pertolongan. Mandira pun akhirnya datang kesana. Tapi tak lama setelah Mandira tiba, tepat di depan matanya, Mandira melihat Rizwan ditusuk pisau. Rizwan segera dibawa ke rumah sakit dan syukurlah dia bisa sembuh. Mandira mengajaknya pulang, tapi janjinya
kepada Mandira harus ditepati.

"Aku harus bertemu presiden. Ibuku bilang, seorang Khan tidak pernah melanggar janjinya" (Rizwan Khan)

Selepas dari rumah sakit, akhirnya Rizwan berhasil menemui Presiden Obama, dan menyampaikan pesannya, bahwa dia adalah Rizwan Khan, dan dia bukan teroris, begitu juga anaknya. Presiden Obama mengerti akan hal tersebut, dan turut berduka cita atas kehilangan yang dialami Rizwan dan Mandira.

Lepas sudah janjinya kepada Mandira, dan kini saatnya Rizwan dan Mandira kembali ke rumah......


----------------

Review saya :

Film yang bagus ini menceritakan bagaimana manusia itu sama, tidak lah dibeda-bedakan atas apapun. Walaupun dalam ajaran Islam kita sering mendengar kalimat "Manusia itu sama, tidak dibeda-bedakan kecuali agamanya", tapi bukan di nama agama esensi nya. Bukan kita harus membedakan mana yang Islam, Katolik, Protestan, Hindu, Budha, Konghuchu, Yahudi, Sikh, atau agama-agama lainya. Tapi dari bagaimana orang tersebut menjalankan agamanya. Apakah dia menjadi baik? Atau dia menjadi buruk???

Film ini juga memperlihatkan bagaimana seharusnya Amerika, atau bahkan negara-negara lain bertindak kepada muslim. Muslim bukan teroris. Hanya kebetulan saja ada beberapa dari mereka yang mengatakan dirinya muslim tapi bisa membunuh orang yang salah dengan nama jihad. Hal ini pun bisa saja terjadi pada pelaku teroris yang beragama lain...

Penilaian saya terhadap film ini adalah 9/10 (bukan 9/11 yah :D)
Alasannya adalah memiliki cerita yang bagus, pengkarakteran Rizwan dan Mandira yang kuat, pesan yang luar biasa, dan seperti biasanya film India, bisa menggerakan emosi anda :)
Jeleknya? Hmm... apa yah? Mungkin alur cerita yang agak lama, setengah film menceritakan kehidupan sebelum perjalanan Rizwan... tapi masih bisa diterimalah.. kisahnya juga menarik :)

No comments: